Interview with Cuber : Didik Danardono a.k.a DD Crow


DD Crow saat beraksi dengan gitarnya

Didik Danardono atau popular dengan nama panggung DD Crow. Gitaris papan atas Indonesia (sempat tergabung dengan Powerslaves dan Roxx) ini juga adalah cuber papan atas Indonesia. Mendirikan ICA (Indonesia Cubing Association) dan sekaligus menjadi Presidennya pada tahun 2005. Dunia cubing Indonesia sempat menggeliat. Anggotanya saat itu cukup banyak, mencapai 200 orang. Kemudian ICA bubar. Cubing di Indonesia kembali melemah. DD Crow kemudian membuat forum social network untuk Indonesia cuber, rubikku.ning.com yang fenomenal. Boleh dibilang, rubikku merupakan rumah dari para cuber. Interaksi dengan sesama cuber, sharing metode, ngobrol2, dan posting kemajuan dalam cubing membuat rubikku semakin popular. Kini membernya mencapai 3000 orang. Besarnya kontribusi seorang DD Crow dalam memajukan dunia cubing di Indonesia tidak terbantahkan lagi.
1. Kapan mulai cubing?
Mulai cubing tahun 1984-1985 an, kelas 5 SD, mulai bisa solve tahun 1988an, kelas 2 SMP (hahaha) solving pertamaku hampir 3 tahun.

2. Ceritakan perkembangan anda maen rubik?
wah ini panjang sekali, di skip dulu aja.

3. Biggest Accomplishment selama maen rubik?
kalo dalam speed dan skill lain saya biasa aja, Biggest Accomplishment selama maen rubik adalah bersama teman2 mengembangkan rubik Indonesia hingga sejauh ini.

4. Cuber yang berpotensi menurut anda siapa?
wah susah, kalo speed, so far ya Ando, Jihan, tapi belum tau juga karena sekarang udah makin banyak cuber cepat, perkiraan saya dalam waktu satu tahun ke depan, akan banyak speedcuber secepat Ando, Jihan, dan Indonesia sangat potensial menjadi negara cuber kuat dalam berbacai cabang (speed, OH, BLD, puzzle2 mekanik yang lain) dll

Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Didik Danardono a.k.a DD Crow”