Interview with Cuber : Arif Yulian Nur a.k.a Virkill


Virkill makan rubik

Arif Yulian Nur atau lebih dikenal sebagai Virkill adalah seorang cuber yang menjabat sebagai Ketua NSA (Nusantara Speedcubing Association), induk organisasi pecinta rubik di Indonesia. Dia merupakan salah satu penggerak dunia rubik di Indonesia sehingga bisa semarak seperti sekarang. Dengan virkill.com-nya, dia mulai membius para cuber Indonesia untuk terus maju dengan menyajikan artikel-artikel yang berbobot. Kecintaannya pada rubik mendorong dia untuk membuka toko rubik bernama Virkill Cubeshop di Saphir Square, Jogjakarta. Dia merupakan penemu metode memorisasi PAPA Journey yang merupakan metode handal untuk BLD. Virkill juga adalah BLD 4×4 Solver pertama di Indonesia. Satu hal lagi yang mengesankan dari Virkill, dia menciptakan rubik merek VC (Virkill Customization) yang direview sangat baik oleh beberapa cuber top Indonesia.

1. Kapan mulai cubing?
Aku masih inget, akhir juli 2008. Jalan Jalan di sebuah dept store deket UGM, nemu mainan kotak dan taruhan sama si pacar aku bisa menyelesaikannya dalam semalam (bersama paman gugel tentunya. hehe) I did it.. dan seperti yang lain,mulai haus kecepatan.

2. Ceritakan perkembangan anda maen rubik?
Sejak bisa solve, tiap jam istirahat dan pulang kantor mesti ngobrak abrik web dan youtube untuk nyari cara lebih cepet. Saat itu di indo cuman ada abel yang bikin web tentang rubik (kagak diupdate saking sibuknya) dan indorubik.com (senasib). Melihat wca rank untuk Indonesia dan hanya ada 3 nama (termasuk Maria Oey) jadi mimpi untuk membawa Indonesia menggebrak dunia speedcubing suatu saat nanti. Dengan berbekal ilmu alakadarnya mulailah merilis virkill.com. Nongkrong jawabin pertanyaan di thread rubiks cube di kaskus sampai akhirnya pak DD Crow ngajak gabung jadi moderator Rubikku yang pertama dan mulai mendrive massa ke situ.

Kala itu yang terkenal tentu saja Abel Brata, dan di kalangan ‘cuber underground’ ada Adenk, DD Crow dan Yudhi Begex. Kecepatan saya masih sub 30 saat itu. Berguru pada mereka mereka yang sudah lebih cepat, dan sekaligus ingin tantangan yang lebih manthab, saya belajar 4×4, BLD, OH, 5×5,2×2 dll. Saat itu hanya Abel yang mampu menyelesaikan banyak event mengacu pada WCA sementara cuber lain hanya fokus di 3×3.

Continue reading “Interview with Cuber : Arif Yulian Nur a.k.a Virkill”