Lu-Gue, Saya-Kamu, Ente-Ane, Aku-Koen


Katakanlah lu gue punya Jakarta. Dan jancuk punya Surabaya (Jatim). Lantas apakah orang yang berasal dari luar dua daerah itu tidak boleh menggunakannya? – Budi Rustanto ( @boeingr )

Penggunaan lu gue sebagai pengganti aku kamu atau saya anda sudah jamak terjadi di kehidupan sehari-hari. Bukan hanya digunakan oleh orang Jakarta saja yang notabene adalah daerah asal penggunaan lu gue, tapi juga oleh orang-orang luar Jakarta. Saya orang Jawa dan saya termasuk orang yang menggunakan lu gue dalam bahasa sehari-hari. Tentu saja dengan melihat daerah asal lawan bicara dari mana. Kalau lawan bicara asalnya dari Jawa juga, saya tentu menggunakan aku koen/sampeyan/awakmu. Lebih akrab.

Yang saya herankan, masih ada saja yang mencibir dan mempermasalahkan penggunaan lu gue oleh orang yang berasal dari luar Jakarta. Ada yang bilang sombong, sok gaul dan tidak menghargai budaya/daerah asal. Padahal lu gue hanyalah pengganti aku/saya  kamu/anda dalam bahasa Jakarta. Lantas apa hubungannya menggunakan lu gue dengan sombong, tidak menghargai budaya, dll?

Sebenarnya masalah ini hanyalah  masalah pilihan. Kenapa harus dipermasalahkan? Setiap orang tentu punya preferensi masing-masing. Dulu ketika saya kuliah di STAN, walaupun letak kampusnya di Jakarta tapi mayoritas mahasiswanya berasal dari Jawa. Komunikasi pun lebih banyak menggunakan bahasa Jawa. Tentu saja tidak semua berasal dari Jawa, yang dari Jakarta dan daerah lain banyak juga. Dan komunikasi bukan hanya dengan orang Jawa. Nah disinilah saya membuat pilihan. Saya menggunakan lu gue hanya untuk berkomunikasi dengan lawan bicara yang memakai lu gue. Alasannya, karena menggunakan aku/saya kamu terkesan lebih formal dan intim. Ketika lawan bicara menggunakan aku kamu, saya juga akan mengikutinya. Saya menghormati pilihan mereka, apapun pilihannya.

Saya pernah mendengar cibiran seorang teman sedaerah perihal penggunaan lu gue dalam komunikasi sehari-hari. Saat itu teman sedaerah saya yang lain sedang bicara dengan temannya menggunakan lu gue, teman saya langsung bilang “Sama-sama makan nasi aja pake lu gue”. Saya terkejut mendengarnya, sesempit itukah konteks lu gue? Bukankah karena sama-sama makan nasi itulah siapa saja boleh menggunakan lu gue? Toh tidak ada yang rugi dengan hal itu.

Mengutip tweet seorang teman ( @boeingr ) yang pernah berkata “Katakanlah lu gue punya Jakarta. Dan jancuk punya Surabaya (Jatim). Lantas apakah orang yang berasal dari luar dua daerah itu tidak boleh menggunakannya?”. That’s the point.

Continue reading “Lu-Gue, Saya-Kamu, Ente-Ane, Aku-Koen”

Interview With Cuber : Muhammad Irill Khairul Anam


Ini dia WR Holder kita, Muhammad Irill Khairul Anam

Muhammad Irill Khairul Anam, lebih akrab disapa Irill. Satu-satunya cuber Indonesia yang memegang World Record. Irill memegang WR untuk event Multi Blindfolded 3×3 dengan 16/16 selama waktu 1 jam. Dia mencatatkan rekor ini pada Jakarta Open 2010 yang lalu. Selain itu dia juga mencatatkan Asian Record untuk event Blindfolded 5×5 pada Jakarta Open 2010 juga, sekarang rekor ini dipegang dipegang oleh cuber Malaysia, Chester Lian. Dan satu lagi, dia juga pemegang National Record untuk Single BLD dengan waktu 1:01,xx. Sangat membanggakan dunia cubing Indonesia. Indonesia akhirnya disebut-sebut sebagai New Germany karena kedigdayaannya dalam dunia BLD.

Berikut interview saya dengan pemuda hebat ini.

1. Kapan mulai cubing?

April 2009
2. Ceritakan perkembangan anda maen rubik?

Setelah mengenal rubik sekitar bulan April 2009, tiga hari kemudian bisa solve setelah belajar dari metode beginner ryanheise.com . awal mei mulai ikut komunitas di JRC.  Juni 2009 mempelajari Blindfold dari Abel Brata dengan metode 3OP (gk mau kalah sama Marco dan Ian).

Akhirnya di IO (Indonesia Open 2009) aku berhasil mencatat waktu 3.16.xx untuk single BLD (padahal target sub 2.30.xx) dan MBLD 2/3 (baru nyoba BLD 3x, itupun cuma 2 biji, soalnya make visual) dengan 3OP. Untuk speed avg di IO nurun jauh, dapat avg 26xx. padahal sebelumnya sudah 23an.

Setelah IO rehat selama kurang lebih 2 bulan. Gak rehat total, cuma cubing santai.

di awal Oktober mulai cubing lagi dan mulai belajar big cubes bld.
dan M2 untuk BLD 3x3x3

di awal November mulai belajar MBLD, dan mulai mempelajari turbo.

Selama 2 bulan itu latihan BLD minimal 3x seminggu. Sisanya BLD 3×3, 4×4, 5×5. Juga belajar FMC dan tetep berusaha nembus sub 20.
Di JO 2010 (Jakarta Open 2010), tetep gak berhasil nembus sub 20, bahkan best yang gw dapet cuma beda 0,xx sekian detik dari IO 2009. Dan avg 24..xx, biasanya 22.xx

Setelah itu rehat lagi kurang lebih2 bulan, soalnya agak bosen dan udah puas . hehehe…… maksudnya rehat biar main cubing jadi asik lagi

Sekarang berusaha menghapal OLL dan harus sub 20.xx di IC (Indonesian Championship 2010). Target avg 18.xx

Continue reading “Interview With Cuber : Muhammad Irill Khairul Anam”