Nasionalisme dan Badminton


Nasionalisme itu ada di hati.

Nasionalisme itu sudah dipupuk sedari kecil.

Taufik Hidayat, salah satu penerus Tradisi Emas Indonesia di Olimpiade Athena 2004

Di pertengahan dekade 90-an, rasanya hampir setiap desa di Indonesia memiliki lapangan badminton dengan jumlah lebih dari satu. Lapangan badminton seperti menjadi sarana yang wajib ada, setidaknya ada satu di setiap kampung. Aneh rasanya bila ada kampung tidak memiliki lapangan badminton, ada yang kurang. Kebanyakan adalah lapangan outdoor. Lapangan tanah, bukan karpet, dengan pembatas garis yang terbuat dari batu bata ditanam dan disusun dengan rapi. Penerangan juga seadanya, biasanya ada 2 lampu di bagian tengah atas lapangan. Tak jadi soal, pertandingan badminton antar kampung masih sering digelar. Sekedar melepas penat, menyalurkan hobi dan silaturahmi antar kampung.

Saya pun sempat berpikir, adakah orang Indonesia yang tidak pernah bermain badminton? kalaupun ada, saya kira persentasenya kecil sekali. Setidaknya pernah memegang raket badminton. Begitu populer olahraga ini di Indonesia.

Bulutangkis atau badminton, olahraga yang tidak terlalu populer di dunia. Bahkan baru dipertandingkan di Olimpiade sejak tahun 1992. Tahukah anda apa yang terjadi di Olimpiade Barcelona 1992? Indonesia meraih emas!!. Emas pertama dan kedua Indonesia diraih oleh Alan Budikusuma dan Susi Susanti, dua pebulutangkis top tanah air. Indonesia Raya berkumandang, Merah Putih berkibar diatas bendera negara lain. Indonesia berada di puncak. Sesuatu yang mungkin hanya menjadi impian, bahkan sampai sekarang apabila bulutangkis tidak dipertandingkan di Olimpiade. Dan pada perhelatan selanjutnya hingga kini, bulutangkis selalu menyumbangkan medali emas di Olimpiade. Biasa disebut sebagai Tradisi Emas. Bulutangkis, olahraga paling membanggakan di negeri ini.

Tak bisa dipungkiri, olahraga paling populer saat ini adalah sepakbola. Tapi badminton, selalu mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Indonesia membanggakan di pentas dunia. Berkali-kali pemain Indonesia menjadi juara dunia. Indonesia adalah salah satu kekuatan dunia badminton bersama China, Denmark, Malaysia, dan Korea Selatan.

Lanjutkan membaca “Nasionalisme dan Badminton” ‚Üí

BIANCONERI


BIANCONERI 180 degrees rotational ambigram

Tanggal 1 November 2011 kemarin, Juventus merayakan hari jadi yang ke 114. Untuk merayakannya, Juventus Club Indonesia (JCI) di twitter (@JCIndonesia) mengadakan kontes artwork yang bertema #114Juventus. Iseng coba-coba ikutan bikin artwork berkonsep ambigram. Dan hasilnya masih belum menang. Haha. Ambigram ini sendiri bertuliskan BIANCONERI dengan tipe 180 degrees rotational ambigram. Biarpun masih belum menang, tapi saya senang bisa ikut berpartisipasi di ultah Juventus yang ke 114 ini. Forza Juve!!

Artwork yang masuk bisa dilihat di fanpage JCIndonesia –> Juventus Club Indonesia

Pangkalpinang, 4 November 2011

Insyaallah di Indonesia


A: Nanti malem ngumpul-ngumpul yuk di tempat biasa. Oke oke.

B: Insyaallah ya

A: Yah, jangan Insyaallah dong

B: Ya kalo gue nggak dateng, berarti gue nggak diijinin ngumpul sama Tuhan ūüėÄ

 

Pernah mengalami kejadian seperti penggalan percakapan diatas? sebagai A atau sebagai B? Saya pernah mengalami sebagai dua-duanya.

Pernah mengalami kejadian seperti penggalan percakapan diatas? sebagai A atau sebagai B? Saya pernah sebagai dua-duanya.

Penggunaan Insyaallah dalam kehidupan sehari-hari sudah jamak terjadi. Motifnya pun bermacam-macam. Motif penggunaan Insyaallah yang paling sering saya jumpai adalah motif penolakan secara halus. Mungkin ada rasa sungkan untuk mengatakan tidak ketika ada undangan, ajakan, janji atau hal lain. Dan cara paling halus untuk menolak (katanya) adalah menggunakan Insyaallah. Ketika akhirnya tidak bisa datang ke undangan atau janji tidak bisa dipenuhi, mereka cukup menggunakan alasan ini untuk membuat semuanya benar, ‚Äútidak diizinkan sama Tuhan‚ÄĚ. Seperti menyalahkan Tuhan secara halus.

Tuhan disalahkan atas hal yang sebenarnya kita tidak ada niat untuk melakukannya. Dilihat dari artinya, Insyaallah memiliki arti dan niat yang mulia yaitu ‚Äújika Allah menghendaki‚ÄĚ. Insyaallah adalah ucapan penegas kepastian dan keyakinan yang disatukan dalam kepasrahan kepada Tuhan. Bukan pembenaran atas keragu-raguan. Kita memang tidak tahu apa yang terjadi di masa mendatang, baik itu 10 menit, satu hari, sebulan, atau setahun kedepan. Semua itu adalah hal yang ghaib, rahasia Tuhan. Kita boleh berkehendak, tapi yang menentukan hasil akhir adalah Tuhan. Menggunakan Insyallah ketika kita tidak ingin melakukan/menolak suatu hal jelas merupakan penyalahgunaan. Sayang sekali ketika Insyaallah ¬†dipelintir dan digunakan sebagai alat pembenaran kemalasan memenuhi janji.

Bahkan saking gemesnya dengan penolakan yang menggunakan Insyaallah, seorang teman pernah berkata bahwa Insyaallah-nya orang Indonesia itu 90 persen nggak jadi. Melecehkan agama? Tidak juga. Dia hanya menyimpulkan sesuatu yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari, di Indonesia tentunya. Dalam percakapan diatas, Si A adalah contoh orang yang sudah kebal/bosan dengan penolakan berkedok Insyaallah. Begitu bosannya sehingga dia menolak ketika Si B mengatakan Insyaallah. Memang, ketika dihadapkan pada keragu-raguan untuk memilih menolak atau menerima suatu ajakan, jawaban instan yang biasanya keluar adalah Insyaallah. Simple, aman, dan membawa nama Tuhan.

Satu lagi, Insyaallah di Indonesia seringkali tidak jelas. Contoh konkritnya seperti ini:

A: Nanti malem ngumpul-ngumpul yuk di tempat biasa. Oke oke.

B: Insyaallah ya

A: Insyaallah dateng apa Insyaallah nggak dateng nih?

B: Pokoknya Insyaallah aja ūüėÄ

See the difference? Dalam percakapan diatas, Insyaallah Si B tidak jelas menurut Si A. Asumsikan Si B tidak berniat untuk datang. Sebenarnya sama saja, penolakan secara halus. Tapi di percakapan kedua, Si B berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak memenuhi janji. Bisakah dibenarkan hal seperti ini?

Tulisan ini hanya sekedar opini saya. Pada kenyataannya, secara sadar ataupun tidak sadar saya pun masih sering menggunakan Insyaallah sebagai cara penolakan. Bagaimana dengan anda?

Pangkalpinang, 27 Oktober 2011

Interview with Cuber : Abel Brata


Abel Brata, the legend of Indonesia Cubing

Abel Brata, adalah seorang cuber Indonesia yang bisa dibilang senior. Dia merupakan salah satu pelopor dunia cubing di Indonesia hingga bisa berkembang seperti sekarang ini. Abel merupakan pemegang rekor MURI untuk menyelesaikan kubus rubik tercepat dengan waktu 18 detik. Rekor ini dibuatnya pada tahun 2008. Sangat impresif, mengingat saat itu dunia cubing belum popular seperti sekarang dan hanya segelintir orang yang benar-benar serius memainkannya.

Abel juga adalah orang Indonesia pertama yang bisa melakukan BLD Solving. Pada tahun 2009, Abel Brata menerima tantangan dari Deddy Corbuzier untuk duel BLD dalam acara The Master. Dalam duel tersebut Abel kalah karena Deddy Corbuzier bermain curang. Blindfold yang digunakan oleh Deddy bisa tembus pandang dan Deddy menggunakan metode Layer by Layer (Beginner Method) dalam menyelesaikan rubik yang mana hampir tidak mungkin dilakukan (walaupun mungkin, tapi membutuhkan memorisasi yang lama). Namun dengan tampilnya Abel di acara tersebut, Rubik’s Cube menjadi semakin popular di kalangan masyarakat Indonesia. Bisa dibilang momen inilah awal dari semaraknya dunia cubing Indonesia.

Kompetisi official pertamanya, Singapore Open 2009, membuatnya memegang 7 National Record. Abel juga menjadi peringkat 3 untuk event Pyraminx dalam kompetisi tersebut. Pada Indonesia Open 2009, Abel Brata mendapatkan National Record untuk speed 3×3 dengan waktu 14,44 detik. Sekarang, Abel Brata masih memegang 3 National Record, single Pyraminx, single Rubik‚Äôs Magic dan average Rubik‚Äôs Magic. Sampai saat ini 5 buah medali telah diperolehnya dari berbagai kompetisi official yang diikutinya.

Abel juga telah menerbitkan 3 buah buku tentang rubik. Salah satunya adalah Buku Kitab Sakti Master Rubik, merupakan buku yang sangat lengkap isinya. Cocok untuk pemula maupun yang sudah advance. Hampir semua jenis puzzle ada tutorialnya dalam buku tersebut.

Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Abel Brata” ‚Üí

Interview with Cuber : Juan Juli Andika Chandra


Juan sang master bigcubes

Juan Juli Andika Chandra, biasa dipanggil Juan saja. Merupakan seorang cuber Indonesia yang bisa dibilang senior. Pernah memegang National Record untuk 4×4 single dan average sebelum dipecahkan oleh Jani di Indonesia Championship 2010. Dia dikenal sebagai master di bidang bigcubes. Dia juga menemukan custom pairing untuk 4×4 dan dinamai sesuai dengan namanya, Juan Custom Pairing. Pada Indonesia Championship 2010 kemarin di Jogja, dia memenangkan event FMC dengan 29 moves. Hasil itu juga merupakan National Record yang baru sekaligus membuat dia berada di peringkat 2 Asia.

¬† Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Juan Juli Andika Chandra” ‚Üí

Interview with Cuber : Wicaksono Adi a.k.a Chuck


Wicaksono Adi saat promosi bukunya, Tips dan Trik Jago Main Rubik

Wicaksono Adi, sebuah nama yang tidak asing lagi di dunia cubing, baik itu dalam skala nasional maupun internasional. Kesuksesannya mencapai prestasi 2nd WR Holder untuk event Multi BLD  dengan 11/11 pada Indonesia Open 2009 bisa dibilang adalah titik tolak dunia cubing di Indonesia. Apalagi prestasi tersebut dia capai pada kompetisi offficial pertamanya. Sejak saat itu namanya meroket. Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di dunia  BLD. Tutorial BLD di channelnya, WicakTP04 merupakan tutorial BLD berbahasa Indonesia yang sangat mudah dimengerti. Selain cubing, dia juga menerbitkan buku mengenai rubik. Sampai saat ini, sudah 3 buku yang diterbitkannya. Aktivitas lain yang berhubungan dengan cubing adalah mengisi channel tutorial AjarinDongKk setiap minggu untuk urusan BLD dan WCA Regulation. Chuck juga merupakan  WCA Delegate untuk Indonesia bersama Charles Wihardjo (Jocubes).  Chuck, salah satu cubing hero Indonesia.

Interview dengan Chuck ada dua, yang satu jawaban ngasal. Yang satu lagi jawaban serius. Akan saya tampilkan kedua-duanya.

Jawaban Serius

 
1. Kapan mulai cubing?
Keingintahuan saya pada Rubik’s Cube muncul setelah menyaksikan duel BLD Deddy Corbuzier dan Abel Brata di The Master RCTI, akhir Februari 2009. Lalu saya mencari di FJB Kaskus apakah ada yang menjual permainan ini, dan di situ saya bertemu Hipnotiks (Jocubes), yang merupakan satu-satunya seller yang menjual Rubik’s Cube ketika itu.
Ketika saya menelusuri informasi lebih banyak tentang rubik di internet, saya bertemu dengan Virkill dan blognya. Saya terkejut ketika menyadari bahwa beliau berdomisili di kota yang sama dengan saya, yaitu Yogyakarta. Gathering Paguyuban Rubik Jogjakarta (PRJ) di Taman Pintar adalah awal keterlibatan saya dalam komunitas.

Interview with Cuber : Rowe Hessler


Rowe Hessler saat memecahkan WR untuk Single BLD

Rowe Hessler adalah salah seorang cuber papan atas dunia. Pria asal Amerika ini sudah malang melintang selama kurang lebih 5 tahun di dunia cubing. Pernah menjadi World Record Holder untuk single Blindfolded, dan sekarang dia menjadi World Record Holder untuk 2×2 average dengan 2,45 detik. Untuk single 2×2, Rowe menjadi peringkat kedua dunia dengan 1,03 detik, tipis sekali bedanya dengan rekor dunia 0,96 detik milik Erik Akkerdisjk. Selain itu, dia juga handal di event One Handed, peringkat 3 dunia menjadi miliknya untuk event One Handed average. Intinya, dia jago di hampir semua bidang speed kubus dan juga Blindfolded.
Di tengah kesibukannya, dia masih sempat meluangkan waktunya untuk interview. Berikut ini petikannya :

1. When did you start playing Rubik?

5 years ago
2. Tell me about your cubing progress.

I progress very slowly. I started with the Petrus method, and i realized I couldnt get much faster then 15 seconds with it, so i decided to switch to Fridrich in 2007. This switch really slowed down my progress.

Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Rowe Hessler” ‚Üí