Interview with Cuber : Abel Brata


Abel Brata, the legend of Indonesia Cubing

Abel Brata, adalah seorang cuber Indonesia yang bisa dibilang senior. Dia merupakan salah satu pelopor dunia cubing di Indonesia hingga bisa berkembang seperti sekarang ini. Abel merupakan pemegang rekor MURI untuk menyelesaikan kubus rubik tercepat dengan waktu 18 detik. Rekor ini dibuatnya pada tahun 2008. Sangat impresif, mengingat saat itu dunia cubing belum popular seperti sekarang dan hanya segelintir orang yang benar-benar serius memainkannya.

Abel juga adalah orang Indonesia pertama yang bisa melakukan BLD Solving. Pada tahun 2009, Abel Brata menerima tantangan dari Deddy Corbuzier untuk duel BLD dalam acara The Master. Dalam duel tersebut Abel kalah karena Deddy Corbuzier bermain curang. Blindfold yang digunakan oleh Deddy bisa tembus pandang dan Deddy menggunakan metode Layer by Layer (Beginner Method) dalam menyelesaikan rubik yang mana hampir tidak mungkin dilakukan (walaupun mungkin, tapi membutuhkan memorisasi yang lama). Namun dengan tampilnya Abel di acara tersebut, Rubik’s Cube menjadi semakin popular di kalangan masyarakat Indonesia. Bisa dibilang momen inilah awal dari semaraknya dunia cubing Indonesia.

Kompetisi official pertamanya, Singapore Open 2009, membuatnya memegang 7 National Record. Abel juga menjadi peringkat 3 untuk event Pyraminx dalam kompetisi tersebut. Pada Indonesia Open 2009, Abel Brata mendapatkan National Record untuk speed 3×3 dengan waktu 14,44 detik. Sekarang, Abel Brata masih memegang 3 National Record, single Pyraminx, single Rubik’s Magic dan average Rubik’s Magic. Sampai saat ini 5 buah medali telah diperolehnya dari berbagai kompetisi official yang diikutinya.

Abel juga telah menerbitkan 3 buah buku tentang rubik. Salah satunya adalah Buku Kitab Sakti Master Rubik, merupakan buku yang sangat lengkap isinya. Cocok untuk pemula maupun yang sudah advance. Hampir semua jenis puzzle ada tutorialnya dalam buku tersebut.

Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Abel Brata”

Interview with Cuber : Maria Oey


Mom saat BLD di German open 2010 dengan Ton sebagai judge

Maria Oey, atau akrab dipanggil Mom di kalangan pecinta rubik. Dia adalah sosok ibu bagi para cuber Indonesia. Jasanya sangat besar dalam perkembangan dunia cubing di Indonesia. Mom merupakan orang Indonesia pertama yang mengikuti Official Competition WCA sekaligus orang Indonesia pertama yang mempunyai WCA Profile. Keluarganya adalah keluarga cuber dunia. Suaminya, Ton Dennenbroek, adalah seorang WCA Delegate untuk Belanda yang telah mengorganisir banyak kompetisi. Ton juga merupakan salah satu cuber yang paling banyak mengikuti Official Competition, lebih dari 50 kompetisi. Rama Temmink, anaknya, adalah Former WR Holder untuk 3×3 One Handed Average sebelum direbut oleh Yumu Tabuchi. Saat ini Rama juga masih berada di papan atas dunia cubing. MaRaTon, keluarga cuber hebat.

Indonesia Open 2009 yang merupakan Official Competition WCA di Indonesia tidak akan pernah terjadi tanpa ada campur tangan seorang Maria Oey yang dengan giat mengusahakan kompetisi ini terjadi. Saat itu, Indonesia tidak mempunyai WCA Delegate (yang merupakan syarat untuk Official Competition), dan juga para cuber Indonesia masih buta akan Official Competition. Indonesia Open 2009 adalah awal dari dunia cubing Indonesia menjadi seperti sekarang ini.

1. Kapan mulai cubing?

Mulai waktu Desember 2006, saat sakit berat jadi karena Mom tidak betah diam, iseng iseng ambil cube nya Rama dan puter kiri kanan sampe ketiduran , akhirnya Rama ajarin Mom caranya membuat corner dulu tanpa merubah cube, yang makan waktu sangat lama 🙂 .
Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Maria Oey”

Interview with Cuber : Arif Yulian Nur a.k.a Virkill


Virkill makan rubik

Arif Yulian Nur atau lebih dikenal sebagai Virkill adalah seorang cuber yang menjabat sebagai Ketua NSA (Nusantara Speedcubing Association), induk organisasi pecinta rubik di Indonesia. Dia merupakan salah satu penggerak dunia rubik di Indonesia sehingga bisa semarak seperti sekarang. Dengan virkill.com-nya, dia mulai membius para cuber Indonesia untuk terus maju dengan menyajikan artikel-artikel yang berbobot. Kecintaannya pada rubik mendorong dia untuk membuka toko rubik bernama Virkill Cubeshop di Saphir Square, Jogjakarta. Dia merupakan penemu metode memorisasi PAPA Journey yang merupakan metode handal untuk BLD. Virkill juga adalah BLD 4×4 Solver pertama di Indonesia. Satu hal lagi yang mengesankan dari Virkill, dia menciptakan rubik merek VC (Virkill Customization) yang direview sangat baik oleh beberapa cuber top Indonesia.

1. Kapan mulai cubing?
Aku masih inget, akhir juli 2008. Jalan Jalan di sebuah dept store deket UGM, nemu mainan kotak dan taruhan sama si pacar aku bisa menyelesaikannya dalam semalam (bersama paman gugel tentunya. hehe) I did it.. dan seperti yang lain,mulai haus kecepatan.

2. Ceritakan perkembangan anda maen rubik?
Sejak bisa solve, tiap jam istirahat dan pulang kantor mesti ngobrak abrik web dan youtube untuk nyari cara lebih cepet. Saat itu di indo cuman ada abel yang bikin web tentang rubik (kagak diupdate saking sibuknya) dan indorubik.com (senasib). Melihat wca rank untuk Indonesia dan hanya ada 3 nama (termasuk Maria Oey) jadi mimpi untuk membawa Indonesia menggebrak dunia speedcubing suatu saat nanti. Dengan berbekal ilmu alakadarnya mulailah merilis virkill.com. Nongkrong jawabin pertanyaan di thread rubiks cube di kaskus sampai akhirnya pak DD Crow ngajak gabung jadi moderator Rubikku yang pertama dan mulai mendrive massa ke situ.

Kala itu yang terkenal tentu saja Abel Brata, dan di kalangan ‘cuber underground’ ada Adenk, DD Crow dan Yudhi Begex. Kecepatan saya masih sub 30 saat itu. Berguru pada mereka mereka yang sudah lebih cepat, dan sekaligus ingin tantangan yang lebih manthab, saya belajar 4×4, BLD, OH, 5×5,2×2 dll. Saat itu hanya Abel yang mampu menyelesaikan banyak event mengacu pada WCA sementara cuber lain hanya fokus di 3×3.

Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Arif Yulian Nur a.k.a Virkill”