Lawu 3.265 mdpl via Candi Cetho (7 – 10 Februari 2013) : Chapter II


Hari Ketiga (9 Februari 2013)

Gambar
Sarapan @Pos III
Gambar
Berdoa @Pos III

Pukul 06.00 kami sudah mulai bangun dan membereskan tenda. Sarapan pagi ini dengan krupuk dan tempe, cukup untuk mengganjal perut. Menurut info dari Mbah Sandi, diantara Pos V dan Pos VI ada sumber air. Tepatnya di daerah Tapak Menjangan, ada kubangan yang terisi ketika musim hujan.

Pukul 08.30 kami mulai berangkat menuju Pos IV. Trek masih sama seperti Pos II ke Pos III, nanjak terus. Di perjalanan ini kami diwanti-wanti oleh Mbah Sandi, sebelum sampai di Pos IV kami dilarang minum dulu. Persediaan air yang terbatas membuat kami menjilati embun di daun sepanjang perjalanan. Lumayan untuk membasahi tenggorokan. Pohon-pohon di perjalanan menuju Pos IV tampak hitam bekas kebakaran hutan. Mungkin karena itu juga air tidak mengalir dari atas. Pos IV dapat kami capai setelah menempuh perjalanan sekitar 60 menit. Haus dan lapar mulai melanda grup Kura. Dari sini, kami boleh minum dengan aturan setiap minum hanya satu shot tutup botol. Dan ternyata Yekti masih membawa satu kotak susu yang akhirnya dibagi. Rasa susu itu seperti air surga, nikmat sekali. Ditengah persediaan air yang menipis, masih ada susu ternyata.

Menuju Pos V trek masih menanjak. Ditengah perjalanan, Grup Kura sempat berhenti cukup lama karena kecapekan dan kelaparan. Snack persediaan kami ternyata cukup berguna mengganjal perut. Saya juga sempat pesimis bisa sampai ke puncak. Namun akhirnya saya kuat-kuatkan juga untuk melangkah. Selain itu, bayangan pecel di Warung Mbok Yem di dekat Pos VI juga memotivasi kami untuk terus melangkah. Sekitar 60 menit dari Pos IV kami sampai di Cemoro Kembar. Sekitar setengah perjalanan dari Pos IV ke Pos V. Cemoro Kembar terkenal karena ada mitos yang mengatakan kalau disini adalah portal menuju dunia lain. Entah benar atau tidak. Di Cemoro Kembar, kami menemukan botol yang terisi air hujan. Lumayan untuk membasahi tenggorokan. Bergilir kami minum dari botol menggunakan selang kecil. Dari Cemoro Kembar menuju ke Pos V, jalan sudah tidak begitu menanjak. Banyak bonus dan cukup landai. Vegetasi mulai tampak hijau disini.  Hujan mulai turun. Jas hujan kami kenakan. Saya yang kebetulan memakai jas hujan 5.000an sedikit beruntung karena bisa menjilati air hujan yang jatuh ke jas hujan saya. Di perjalanan menuju Pos V ini kami melewati padang ilalang dan savana yang indah sekali panoramanya. Tapi sayang, kabut tebal menutupi keindahan savana ini. Sekitar 60 menit dari Cemoro Kembar, kami akhirnya sampai di Pos V, Bulak Peperangan di ketinggian 2.900 mdpl. Berupa padang rumput yang diapit dua bukit, pemandangan yang indah sekali disini. Kami berhenti cukup lama disini. Dibalik bukit yang mengapit Pos V adalah Tapak Menjangan. Daerah yang kami harapkan ada air disana.

Gambar
Doni dan Monster Jefri istirahat @Cemoro Kembar
Gambar
Savana I yang mulai tertutup kabut, Bro Iman berpose.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Pos VI. Trek sangat landai dan sedikit sekali tanjakan, namun jaraknya lumayan jauh sekitar 2,5km. Hujan semakin deras. Udara dingin menusuk tulang. Di Tapak Menjangan, kami menemukan air. Kegembiraan tersirat dari wajah kami. Dari Tapak Menjangan, kami mendapat sekitar 4 botol air. Setelah Tapak Menjangan kami melewati satu savana lagi sebelum sampai di Pasar Dieng atau yang disebut juga Pasar Setan. Berupa batu-batuan yang disusun rapi. Dari sini menuju Mbok Yem sudah dekat, sekitar 30 menit lagi.

Gambar
Ahkhirnya ketemu air 😀 @Tapak Menjangan
Gambar
Pos V : Bulak Peperangan
Gambar
Pasar Dieng

Tak lama kemudian Mbah Sandi berteriak kepada kami “Mbok Yem sudah kelihatan!!”. Seperti tak peduli pada capek dan lapar, kami melangkah dengan cepat. Bayangan teh hangat memberi kami kekuatan lebih. Dan ternyata “Mbok Yem” yang dibilang oleh Mbah Sandi adalah Puncak Hargo Dalem. Warung Mbok Yem masih sedikit di bawah Pos VI, Hargo Dalem. Hargo Dalem yang berada di ketinggian 3.170 mdpl ini adalah petilasan Prabu Brawijaya. Konon banyak orang berziarah ke sini.

Gambar
Warung Mbok Yem
Gambar
Suasana di dalam Warung Mbok Yem

Turun sedikit kami sampai di Warung Mbok Yem, warung yang berada di ketinggian 3.170 mdpl. Eko yang dari Pos IV sudah berjanji akan mencium tangan Mbok Yem langsung melaksanakan janjinya. Mbok Yem seperti penyelamat bagi kami yang kelaparan. Waktu menunjukkan pukul 16.00. Kami makan pecel dan minum kopi dulu sebelum summit attack pukul 17.00. Kami berangkat menuju puncak sore hari untuk mencari sunset. Puncak Hargo Dumilah berada di ketinggian 3.265 mdpl dan dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Mbok Yem. Dari puncak Hargo Dumilah, ada spot bagus untuk melihat sunset yang dinamakan Ujung Dunia. Sayang sekali waktu itu langit sedang tertutup awan sehingga sunset tidak terlihat dengan jelas. Tapi tidak mengurangi perasaan bahagia bagi kami yang sudah bisa mencapai puncak Gunung Lawu. Setelah berfoto dengan latar belakang matahari terbenam, kami kembali turun ke Mbok Yem sekitar pukul 18.30. Saat turun, Eko agak tergelincir sedikit sehingga lututnya agak “kena” dan mulai berjalan kepiting.

Gambar
Puncak Hargo Dumilah 3.265 mdpl
Gambar
Ujung Dunia

Malam itu kami tidur di Warung Mbok Yem. Ya, selain warung, Mbok Yem juga menjadi tempat menginap para pendaki. Memudahkan pendaki karena tidak perlu mendirikan tenda. Udara disana dingin sekali.  tidak mampu menahan dinginnya udara Gunung Lawu.

Hari keempat (10 Februari 2013)

Pagi pukul 05.00 kami dibangunkan oleh Mbah Sandi untuk melihat sunrise. Spot yang bagus untuk melihat sunrise tanpa perlu ke puncak yaitu di depan Mbok Yem. Indah sekali menikmati sunrise dengan menikmati kopi di puncak gunung. Seperti kebiasaan pagi hari, beberapa dari kami mulai menunaikan BAB disana. Ada sebuah WC umum di Mbok Yem yang bisa dipakai. Tapi tetap saja harus pakai tisu basah.

Gambar
Sunrise @Mbok Yem

Pukul 10.00 kami mulai turun ke bawah. Jalur turun kami lewat jalur Cemoro Sewu. Perkiraan kami waktu tempuh untuk turun ke basecamp adalah sekitar 4 jam. Di jalur Cemoro Semu, kami akan melewati 5 pos. Di dekat Pos V, kami berhenti sebentar untuk mengisi air di Sendang Drajat. Sendang Drajat adalah sumber air yang airnya selalu ada. Disini juga ada warung yang biasa disinggahi para pendaki. Saya sempatkan membeli rokok untuk bekal perjalanan turun. Satu bungkus Djarum Super Mild saya tebus dengan harga Rp13.000. Harga yang murah untuk satu bungkus di puncak gunung.

Jalur Cemoro Sewu berbeda dengan Jalur Candi Cetho. Di jalur Cemoro Sewu, batu-batuan sudah tersusun rapi di sepanjang jalan sehingga memudahkan pendaki. Sepanjang perjalanan turun kami sering berpapasan dengan pendaki lain. Ramai sekali jalur ini. Berbeda dengan jalur Candi Cetho yang selama perjalanan kami tidak pernah bertemu pendaki lain.

Gambar
Trek saat turun

Perjalanan turun lumayan lancar. Di Pos 1 kami berhenti sejenak untuk menikmati es teh dan gorengan di warung dekat pos. Lumayan untuk menambah tenaga. Kami sampai di basecamp Cemoro Sewu sekitar pukul 14.00. Perasaan lega menyelimuti kami. Sambil menunggu mobil yang akan mengantar kami kembali ke Madiun, kami menikmati sate kelinci di warung sekitar basecamp. Hujan mulai turun dengan derasnya. Kabut kembali tebal.

Pukul 15.00 kami sudah mulai perjalanan kembali ke Madiun.

Gunung Lawu memberikan pengalaman yang sangat berharga. Dan saya merasa beruntung bisa lewat dua jalur sekaligus. Jalur Candi Cetho memberikan pemandangan yang mempesona. Dan jalur Cemoro Sewu memberikan kemudahan bagi pendaki. Bagi saya yang baru pertama kali naik gunung, pengalaman ini membuat saya ingin naik gunung lagi.

**

Sedikit tambahan. Ketika bermalam di Pos III, saya mendengar suara gamelan saat saya akan tidur. Karena sudah kalah sama capeknya, saya nggak terlalu mikirin hal itu. Dan ternyata ada beberapa yang juga dengar. Ketika saya konfirmasi ke yang lain, hanya Jefri dan Iman yang mendengar suara itu.

Iklan

6 thoughts on “Lawu 3.265 mdpl via Candi Cetho (7 – 10 Februari 2013) : Chapter II

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s