Interview with Cuber : Juan Juli Andika Chandra


Juan sang master bigcubes

Juan Juli Andika Chandra, biasa dipanggil Juan saja. Merupakan seorang cuber Indonesia yang bisa dibilang senior. Pernah memegang National Record untuk 4×4 single dan average sebelum dipecahkan oleh Jani di Indonesia Championship 2010. Dia dikenal sebagai master di bidang bigcubes. Dia juga menemukan custom pairing untuk 4×4 dan dinamai sesuai dengan namanya, Juan Custom Pairing. Pada Indonesia Championship 2010 kemarin di Jogja, dia memenangkan event FMC dengan 29 moves. Hasil itu juga merupakan National Record yang baru sekaligus membuat dia berada di peringkat 2 Asia.

 

1.Kapan mulai cubing?

Serius cubing di mulai ketika ikut gath di Bandung bulan maret 2009, kalo first solvenya sih udah dari tahun 2003 pas masih kelas 1 SMA, cuma gak pernah serius karena gak ada temennya.

2. Ceritakan perkembangan anda maen rubik?

Awal-awal solve tahun 2003 sekitar 2-3 menit, break lama, sampai pertengahan tahun 2008, mulai main lagi mulai belajar OLL PLL.
mulai mengenal big cube 4 dan 5 dari software rubiks game, belajar 4 dan 5 secara intuitif, (kecuali algo parity).
Juni 2009 mencapai sub 20 average.

3. Biggest Accomplishment selama maen rubik?

Apa yah, target-target di kompetisi pernah bisa tercapai sih, mungkin sub 30 FMC di IC kemarin kali ya, hoki mengalahkan skill, haha.

4. Cuber yang berpotensi menurut anda siapa?

Cuber lokal sepertinya banyak yang berpotensi, Ando (2×2, 3×3), Jihan (OH), tentu saja si abang we er Iril, sepertinya target dia ngambil WR single BLD dari Haiyan, haha
kalo cuber luar gak terlalu tau.

5. Cubing hero anda siapa?

kalo idola saya sih tentu saja bung Yu Nakajima, video 10.53 nya membuat saya percaya kalau ada yang namanya dunia speed cubing, haha, dan tentu saja bang Badmephisto.  Tutorialnya di youtube dan badmephisto.com -nya sangat membantu, terutama dalam algo-algo untuk PLL dan OLL.

6. Kesibukan lain selain cubing?

Tahun kemarin sih kuliah, skripsi, berhubung sekarang udah lulus ya kerja deh, hehe

7. Iklim cubing di Indonesia menurut anda gimana?

Sekarang sepertinya cubing sedang booming ya, dengan banyaknya buku yang di buat dan di lempar ke umum, tapi cubing sekarang bukan sesuatu yang spesial, kalau dulu orang awam melihat orang sedang cubing mungkin reaksinya, “wah keren”, “kok bisa”, “gimana caranya” dan sejenisnya.
Kalau sekarang reaksinya terkesan meremehkan “ah itu mah ada rumusnya” ya walau gak semuanya seperti itu sih, sama halnya seperti membongkar trik sulap ke hadapan umum, kalo dah pada tau tricknya orang bakalan bereaksi ” ah ternyata gitu doang, gwe juga bisa”.
Kalo iklim persaingan kecepatan sepertinya makin memanas, banyak cuber Indonesia yang sudah go international (kayak Agnes Monica aja.) udah termasuk World Class, sayangnya saya bukan salah satunya. !_!

8. Main event apa aja?

Saya berusaha memainkan semua event yang ada, karena pada intinya saya suka main puzzle, apa lagi kalo yang orang lain gak bisa, hehehe.

9. Event apa mana yang paling disukai?

Gw suka big cube, soalnya makin gede kan makin asik, makin gede juga ‘maen’ nya makin lama, wkwkwk. Tapi sekarang lagi mau fokus di 5×5.

10. Rubik yang dipake merek apa?

2×2 Lan-Lan,

3×3 ada Guhong, F2, Rubik Storebought,

4×4 Mini QJ, Maru,

5×5 V-cube, YJ,

6×6 dan 7×7 V-cube,

Megaminx MF8,

Pyraminx QJ,

Square-1  gak tau merk apa,

Magic rubiks,

Master Magic   gak tau merk apa,

11. Metode yang dipake apa?

2×2 Ortega,

3×3 CFOP,

4567 reduction, dpm

12. Apa yang membuat anda tertarik main rubik?

Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya suka puzzle, brain teasser dan sejenisnya, apa lagi kalo orang lain gak bisa, rasanya gimana gitu, hahaha

13. Anda sangat concern di bigcubes. Kenapa?

Soalnya waktu awal-awal dunia rubik mulai berkembang, 3×3 adalah hal yang sangat umum, sedangkan 4×4 dan 5×5 jarang yang memainkan, nah itu memenuhi kondisi nomor 12, jadi saya suka main bigcubes, kalau sekarang sih ya karena main 3×3 udah membosankan, bayangkan aja, beli cube mahal-mahal masa cuma buat kesenangan sekitar 13-16 detik, hahaha

14. Ceritakan mengenai Juan Custom pairing dong..

Itu cuma sedikit modifikasi dari pairing 2 at a time, itu merupakan pairing yang saya temukan secara intuitif dan otodidak,
secara umum cara yang di lakukan sama seperti pairing yang di usulkan oleh AVG(Arnaud van Galen), hanya berbeda beberapa tahap, misal pada pairing 2 at a time umumnya menggunakan 1 buffer piece yang di shoot ke posisinya, sedangkan pada pairing yang saya gunakan, setelah melakukan 2 at a time pertama kali, sehingga tercipta semi pair, maka di lanjutkan dengan menyelesaikan semi pair tersebut dengan 2 at a time, dan proses tersebut di lakukan terus menerus sampai semua edge selesai di pasangkan.

15. Last but not least, Harapan buat dunia cubing indonesia.

Semoga cubing tetep menjadi suatu hal yang “wah” dan gak di remehkan sama orang-orang awam.
Semoga perkembangannya semakin pesat dan segera merebut wr-wr di berbagai event, hehe

Karena susah nyari videonya, jadi gak usah dulu deh. Hehe. Nanti kalo ada saya update

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s