Mature Value = Nilai Kedewasaan?


Are you mature enough?

Ketika saya kuliah dulu di jurusan Akuntansi, ada mata kuliah yang membahas tentang bond atau dalam Bahasa Indonesia berarti obligasi. Dalam mengulas masalah bond tersebut, terdapat istilah Mature Value. Mature Value disini berarti nilai jatuh tempo bond tersebut.  Saya ingat dengan jelas, saat itu saya sempat nyeletuk di dalam kelas tentang mature value yang saya artikan sebagai nilai kedewasaan. Hanya celetukan, namun akhirnya membuat saya berpikir lebih jauh tentang hal itu. Dan dari situ timbul suatu pertanyaan. Adakah mature value -dalam hal ini berarti nilai kedewasaan- dalam kehidupan? Adakah cara untuk mengukur nilai kedewasaan seseorang?

Pertanyaan simpel, namun cukup menohok bagi saya. Seringkali saya mendengar omongan dari teman “Kalau kamu terus begini, kapan dewasanya?’, “Si Anu dewasa banget ya”, atau yang paling sering adalah mendengar kalimat yang menjadi motto beberapa orang “Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan”. Menurut saya, kedewasaan itu seperti cinta dan kentut. You can’t see it, but you can feel it. Ukuran perasaan seseorang terhadap nilai kedewasaan sangat bervariasi. Tidak ada ukuran pasti mengenai nilai kedewasaan. Tidak ada alat untuk mengukurnya (saya membayangkan andaikan ada alatnya, namanya pasti MatureMeter). Tidak ada rumus untuk menghitungnya. Semua tergantung individu penilainya. Lanjutkan membaca “Mature Value = Nilai Kedewasaan?”

Interview with Cuber : Abel Brata


Abel Brata, the legend of Indonesia Cubing

Abel Brata, adalah seorang cuber Indonesia yang bisa dibilang senior. Dia merupakan salah satu pelopor dunia cubing di Indonesia hingga bisa berkembang seperti sekarang ini. Abel merupakan pemegang rekor MURI untuk menyelesaikan kubus rubik tercepat dengan waktu 18 detik. Rekor ini dibuatnya pada tahun 2008. Sangat impresif, mengingat saat itu dunia cubing belum popular seperti sekarang dan hanya segelintir orang yang benar-benar serius memainkannya.

Abel juga adalah orang Indonesia pertama yang bisa melakukan BLD Solving. Pada tahun 2009, Abel Brata menerima tantangan dari Deddy Corbuzier untuk duel BLD dalam acara The Master. Dalam duel tersebut Abel kalah karena Deddy Corbuzier bermain curang. Blindfold yang digunakan oleh Deddy bisa tembus pandang dan Deddy menggunakan metode Layer by Layer (Beginner Method) dalam menyelesaikan rubik yang mana hampir tidak mungkin dilakukan (walaupun mungkin, tapi membutuhkan memorisasi yang lama). Namun dengan tampilnya Abel di acara tersebut, Rubik’s Cube menjadi semakin popular di kalangan masyarakat Indonesia. Bisa dibilang momen inilah awal dari semaraknya dunia cubing Indonesia.

Kompetisi official pertamanya, Singapore Open 2009, membuatnya memegang 7 National Record. Abel juga menjadi peringkat 3 untuk event Pyraminx dalam kompetisi tersebut. Pada Indonesia Open 2009, Abel Brata mendapatkan National Record untuk speed 3×3 dengan waktu 14,44 detik. Sekarang, Abel Brata masih memegang 3 National Record, single Pyraminx, single Rubik’s Magic dan average Rubik’s Magic. Sampai saat ini 5 buah medali telah diperolehnya dari berbagai kompetisi official yang diikutinya.

Abel juga telah menerbitkan 3 buah buku tentang rubik. Salah satunya adalah Buku Kitab Sakti Master Rubik, merupakan buku yang sangat lengkap isinya. Cocok untuk pemula maupun yang sudah advance. Hampir semua jenis puzzle ada tutorialnya dalam buku tersebut.

Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Abel Brata”

Interview with Cuber : Juan Juli Andika Chandra


Juan sang master bigcubes

Juan Juli Andika Chandra, biasa dipanggil Juan saja. Merupakan seorang cuber Indonesia yang bisa dibilang senior. Pernah memegang National Record untuk 4×4 single dan average sebelum dipecahkan oleh Jani di Indonesia Championship 2010. Dia dikenal sebagai master di bidang bigcubes. Dia juga menemukan custom pairing untuk 4×4 dan dinamai sesuai dengan namanya, Juan Custom Pairing. Pada Indonesia Championship 2010 kemarin di Jogja, dia memenangkan event FMC dengan 29 moves. Hasil itu juga merupakan National Record yang baru sekaligus membuat dia berada di peringkat 2 Asia.

  Lanjutkan membaca “Interview with Cuber : Juan Juli Andika Chandra”