Aku hanyalah nila setitik yang tak merusak susu sebelanga. Tetap utuh bersih murni. Tak ternodai. Tak mampu aku merusaknya. Ataukah susu itu yang memilih untuk tak mau kurusak. Kini aku terjebak antara bertahan atau menyerah.
Aku hanyalah makhluk Tuhan yang tidak seksi. Gendut. Atau mungkin lebih pantas disebut buncit. Bekas luka dimana-mana. Bukan termasuk tipe idola kaum hawa. Dan aku tak ingin. karena memang menjadi idola remaja putri di dunia itu tak enak.
Aku adalah manusia yang dianggap pintar oleh sebagian orang. Dan sebagian lainnya menganggap aku bodoh. Entah darimana mereka menilainya. Aku tak tahu dan tak mau tahu.
Aku adalah manusia yang ingin hidup bebas dalam duniaku sendiri. Tak diatur dan tak mengatur. Tak diperintah dan tak memerintah. Hanya terwujud dalam anganku saja.
Aku merenungi semuanya malam ini. Setelah banyak renungan-renungan di malam sebelumnya. Renungan kosong dan tak berguna. Tapi aku menikmatinya. Merasakan kehadiran. Tak tahu wujudnya.
Dan aku sadar. Aku bukan Nobita. Yang memiliki Doraemon untuk selalu membantunya dalam tiap masalah. Mengeluh. Memohon. Mengharap. Tanpa ada usaha.
Aku sekarang bukan aku. Entah kapan aku menjadi aku.
Pangkalpinang, 13 April 2010