Hari Ketiga (9 Februari 2013)
Pukul 06.00 kami sudah mulai bangun dan membereskan tenda. Sarapan pagi ini dengan krupuk dan tempe, cukup untuk mengganjal perut. Menurut info dari Mbah Sandi, diantara Pos V dan Pos VI ada sumber air. Tepatnya di daerah Tapak Menjangan, ada kubangan yang terisi ketika musim hujan.
Pukul 08.30 kami mulai berangkat menuju Pos IV. Trek masih sama seperti Pos II ke Pos III, nanjak terus. Di perjalanan ini kami diwanti-wanti oleh Mbah Sandi, sebelum sampai di Pos IV kami dilarang minum dulu. Persediaan air yang terbatas membuat kami menjilati embun di daun sepanjang perjalanan. Lumayan untuk membasahi tenggorokan. Pohon-pohon di perjalanan menuju Pos IV tampak hitam bekas kebakaran hutan. Mungkin karena itu juga air tidak mengalir dari atas. Pos IV dapat kami capai setelah menempuh perjalanan sekitar 60 menit. Haus dan lapar mulai melanda grup Kura. Dari sini, kami boleh minum dengan aturan setiap minum hanya satu shot tutup botol. Dan ternyata Yekti masih membawa satu kotak susu yang akhirnya dibagi. Rasa susu itu seperti air surga, nikmat sekali. Ditengah persediaan air yang menipis, masih ada susu ternyata.
Menuju Pos V trek masih menanjak. Ditengah perjalanan, Grup Kura sempat berhenti cukup lama karena kecapekan dan kelaparan. Snack persediaan kami ternyata cukup berguna mengganjal perut. Saya juga sempat pesimis bisa sampai ke puncak. Namun akhirnya saya kuat-kuatkan juga untuk melangkah. Selain itu, bayangan pecel di Warung Mbok Yem di dekat Pos VI juga memotivasi kami untuk terus melangkah. Sekitar 60 menit dari Pos IV kami sampai di Cemoro Kembar. Sekitar setengah perjalanan dari Pos IV ke Pos V. Cemoro Kembar terkenal karena ada mitos yang mengatakan kalau disini adalah portal menuju dunia lain. Entah benar atau tidak. Di Cemoro Kembar, kami menemukan botol yang terisi air hujan. Lumayan untuk membasahi tenggorokan. Bergilir kami minum dari botol menggunakan selang kecil. Dari Cemoro Kembar menuju ke Pos V, jalan sudah tidak begitu menanjak. Banyak bonus dan cukup landai. Vegetasi mulai tampak hijau disini. Hujan mulai turun. Jas hujan kami kenakan. Saya yang kebetulan memakai jas hujan 5.000an sedikit beruntung karena bisa menjilati air hujan yang jatuh ke jas hujan saya. Di perjalanan menuju Pos V ini kami melewati padang ilalang dan savana yang indah sekali panoramanya. Tapi sayang, kabut tebal menutupi keindahan savana ini. Sekitar 60 menit dari Cemoro Kembar, kami akhirnya sampai di Pos V, Bulak Peperangan di ketinggian 2.900 mdpl. Berupa padang rumput yang diapit dua bukit, pemandangan yang indah sekali disini. Kami berhenti cukup lama disini. Dibalik bukit yang mengapit Pos V adalah Tapak Menjangan. Daerah yang kami harapkan ada air disana.















