Interview With Cuber : Heribertus Ariando


Ando saat ikut Gramedia Open, sempat sub10 2 kali di event ini

Heribertus Ariando atau biasa disapa Ando, merupakan salah satu cuber papan atas di Indonesia. Perkembangan bermain rubiknya juga termasuk cepat. Dalam salah satu videonya di Youtube, Ando mendapatkan waktu 5 detik untuk solving rubik 3×3. Ando juga merupakan pemegang National Record untuk rubik 2×2 average dengan waktu 5,57 detik dan juga mantan pemegang National Record di beberapa event lainnya.

Di sela-sela kesibukannya, saya sempat meng-interview dia lewat message Facebook. Berikut petikan wawancaranya

1. Kapan mulai cubing?

pertengahan April 2009

2. Ceritakan perkembangan kamu maen rubik?

udah sejak hari pertama belajar rubik, gw antusias banget. lengkapnya, nih cubelog 3x3x3 gw,

April 2009 – mulai cubing

Mei 2009 – sub40 ao5

Juni 2009 – sub20 ao5

Juli 2009 – sub20 ao12, sub15 ao5

Agustus 2009 – berenti cubing dulu

November 2009 – sub16 ao12, sub14 ao5

Desember 2009 – sub15 ao12

Januari 2010 – sub14 ao12, sub13 ao5

Februari 2010 – sub13 ao12, sub12 ao5

Maret 2010 – sub12 ao12, sub11 ao5

Lanjut membaca

Ambigram – 2


Saya mau sharing ambigram lagi. Diatas adalah ambigram Andik – Antik. 180 degree rotational asymetrical.

Diatas adalah ambigram Tomi – Lupi. 180 degree rotational asymetrical.

dan  yang diatas adalah ambigram Maria. 180 degree rotational asymetrical.

Sekarang saya sedang ketagihan bikin ambigram. Seru. Ada kepuasan saat berhasil menemukan kombinasi huruf.

Pangkalpinang, 26 April 2010

Interview With Cuber : Arnaud van Galen


Virkill, Arnaud van Galen, Lars Vandenbergh, Kyky

Virkill, Arnaud van Galen, Lars Vandenbergh, Kyky di Indonesia Open 2009

Arnaud van Galen adalah salah satu cuber dunia yang memiliki prestasi bagus di dunia rubik. Dia pernah menjadi 2nd World Record Holder untuk kategori FMC (Fewest Move Challenge). Arnaud juga adalah penemu dari metode AVG, salah satu metode untuk menyelesaikan big cubes yang diberi nama sesuai dengan inisialnya. Dengan metode ini, Erik Akkersdijk berhasil mendapatkan WR untuk 4×4. Dia sempat datang ke Indonesia untuk mengikuti Indonesia Open 2009. Di tengah kesibukannya yang beragam,  saya sempat meng-interview dia via message Facebook. berikut petikan wawancaranya :

1. When did you start playing Rubik?
I started the Rubiks cube during the first craze in the early eighties when I was about 9. I used a beginners method that is very much like the “Dan Brown” method and used vaseline to lube my Rubiks cube. I lost interest after a couple of years and never got much faster than 1 minute. I restarted cubing 4 years ago and have since been cubing at least once a week.

2. What brands do you Cube?
I have tried almost all brands during the last 4 years and like Rubiks Do-It-Yourself and Type-F the most for 3x3x3. For 4x4x4 and 5x5x5 I have used Rubiks/Eastsheen/Mefferts and am currently using Mefferts/V-Cube

Lanjut membaca

Spasi


Kemarin kita menjadi satu. Namun sekarang aku dan kamu terpisah. Bukan hanya jarak. Namun juga ruang dan waktu. Aku yakin hal itu tak mampu dijembatani oleh apapun. Tak ada yang mampu membantu. Karena kita terpisah begitu jauh. Hingga tak mampu aku mengukurnya.

Seberapa jauhkah jarak yang memisahkan kita. Satu spasi. Hanya satu spasi.

Bila dahulu kita tanpa spasi. Sekarang antara aku dan kamu ada spasi. Dan aku sendirilah yang menekan tombol spasi itu. Dengan sadar. Tanpa paksaan.

Spasi, atau space dalam Bahasa Inggris, yang berarti ruang. Saat aku menekan tombol spasi, akan tercipta rongga antar huruf atau antar kalimat. Pemisah. Dan aku baru menyadarinya. Tombol spasi yang kutekan itu ternyata benar-benar menciptakan ruang yang memisahkan kita. Aku mengetik kata “kita” tanpa spasi. Sekarang aku mengetik “aku dan kamu”, ada spasi diantaranya. Benar-benar nyata. Ruang khayal namun nyata dalam hidupku.

Dulu aku selalu menuliskan “kekasih”. Sekarang aku menuliskan “mantan kekasih”. Lagi-lagi ada spasi yang memisahkan. Tetapi aku tak bisa mengetikkan “musuh” dengan spasi. Aku tak mau memilihnya. Aku masih ingin menjadikanmu “teman” atau “sahabat”.

Mungkin aku yang terlalu polos. Kertas putih hidupku terlalu penuh dengan spasi. Sehingga kalimat, kata dan huruf dalam kehidupanku tidak mempunyai makna. Masih pantaskah aku untuk hidup?

Berapa orang yang akan menangis saat aku mati?

Satu pertanyaan bodoh yang selalu dilontarkan orang-orang kesepian. Dan kini aku kesepian.

Pangkalpinang, 21 April 2010

Aku Bukan Nobita


Aku hanyalah nila setitik yang tak merusak susu sebelanga. Tetap utuh bersih murni. Tak ternodai. Tak mampu aku merusaknya. Ataukah susu itu yang memilih untuk tak mau kurusak. Kini aku terjebak antara bertahan atau menyerah.

Aku hanyalah makhluk Tuhan yang tidak seksi. Gendut. Atau mungkin lebih pantas disebut buncit. Bekas luka dimana-mana. Bukan termasuk tipe idola kaum hawa. Dan aku tak ingin. karena memang menjadi idola remaja putri di dunia itu tak enak.

Aku adalah manusia yang dianggap pintar oleh sebagian orang. Dan sebagian lainnya menganggap aku bodoh. Entah darimana mereka menilainya. Aku tak tahu dan tak mau tahu.

Aku adalah manusia yang ingin hidup bebas dalam duniaku sendiri. Tak diatur dan tak mengatur. Tak diperintah dan tak memerintah. Hanya terwujud dalam anganku saja.

Aku merenungi semuanya malam ini. Setelah banyak renungan-renungan di malam sebelumnya. Renungan kosong dan tak berguna. Tapi aku menikmatinya. Merasakan kehadiran. Tak tahu wujudnya.

Dan aku sadar. Aku bukan Nobita. Yang memiliki Doraemon untuk selalu membantunya dalam tiap masalah. Mengeluh. Memohon. Mengharap. Tanpa ada usaha.
Aku sekarang bukan aku. Entah kapan aku menjadi aku.

Pangkalpinang, 13 April 2010